Jumat, 20 Januari 2012
Rabu, 18 Januari 2012
Teater SURAT SMAN Unggul Subulussalam
Pak Herry, Arrahim, Unasya, Endang, Pitri Marlina, Tira, Shanti, Imelda, Jimah, Suriyati, Pak Syahri
Bawah : Aldy, Eddy dan Hariantio
Minggu, 09 Oktober 2011
Terumbu Karang, Indah dan Langka
Terumbu karang mirip putri raja. Dia mau istananya selalu bersih,
terawat, dan hangat sehingga syarat hidupnya banyak banget. Ini dia~
1. Temperatur hangatSuhu optimum untuk pertumbuhan terumbu karang ialah 23°-25°C.
2. Terang dan dangkalTerumbu
karang hidup bersimbosis dengan alga yang berfotosintesis. Jadi, tempat
tumbuhnya nggak boleh jauh-jauh dari laut dangkal (70 meter atau
kurang) yang kaya sinar matahari.
3. Suplai sedimen rendah=tanpa polusi=air jernihIni
ada hubungannya dengan syarat kedua: terang. Terlalu banyak sedimen
dalam air laut bakal membuat suasana lebih gelap sehingga cahaya untuk
fotosintesis berkurang. Selain itu, pasir dan lempung dapat “menyumbat”
mulut koral sehingga menghambat asupan nutriennya.
4. Arus tenangArus
yang bergejolak bakal mengganggu kestabilan terumbu karang, merusak
bagian-bagian tubuhnya, dan membuat suhu berubah-ubah. Jadi, arus laut
di sekitarnya harus tenang.
5. Tektonik pasifTerumbu karang paling baik hidup di daerah tepi benua yang pasif karena relatif lebih tenang.
6. Salinitas sesuaiSalinitas yang tepat bagi pertumbuhan terumbu karang sekitar 25-35% permil. Ini berhubungan dengan poin ketujuh:
7. Kaya nutriennutrien vital dibutuhkan koral seperti kita butuh makan :D
Rabu, 21 September 2011
Mineral Magnetik
Ferromagnetik
Mineral-mineral ferromagnetik bukan cuma sangat “bersemangat” kalau medan magnet dari luar datang.. saking ngefansnya sama si medan magnet nih, mineral-mineral ferromagnetik bahkan punya sifat kemagnetan yang permanen!
Contoh:
Magnetit (Fe3O4)
pyrrhotit (Fe1-xS)
Maghemite (Fe2O3, γ-Fe2O3)
Isovite ((Cr,Fe)23C6)
Chromferide (Fe3Cr1-x)
Symthite ((Fe,Ni)9S11 atau ((Fe,Ni)13S16)
Wilhelmramsayite (Cu3FeS3•2(H2O)
Batiferrite (Ba[Ti2Fe10]O19)
Paramagnetik
Beda dengan mineral-mineral paramagnetik yang “cinta
mati” sama medan magnet, “cinta” mineral-mineral paramagnetik sementara
aja! Mineral-mineral ini bersifat magnet cuma ketika ada medan magnet
disekitarnya. Begitu medan magnet dari luar pergi, hilang deh sifat
kemagnetannya.
Contoh: Hematit (Fe2O3)
Franklinite ((Zn,Fe2+)(Fe3+)2O4 )
Pirit (FeS2)
Kalkopirit (CuFeS2)
Olivin ((Mg,Fe)2SiO4)
Ilmenit (FeTiO3)
Piroksen ((Mg,Fe)SiO3)
Hornblende ((Ca,Na)2–3(Mg,Fe,Al)5(Al,Si)8O22(OH,F)2
Mineral mika (Biotit, Muskovit, Flogofit)
Diamagnetik
Digoda medan magnet? Cuek aja, lagi! Itulah
mineral-mineral diamagnetik. Dalam bahasa sehari-hari, kita sering
bilang benda-benda seperti air, udara, plastik, kertas sebagai benda
“tanpa magnet”. Sebenarnya, benda-benda diamagnetik sedikit menolak
medan magnet. Yang termasuk mineral-mineral diamagnetik adalah
mineral-mineral non-logam, seperti
Sulfur (S)
Kuarsa (SiO2)
Halite (NaCl)
Calcite (CaCO3)
Ortoklas (KAlSi3O8)
Plagioklas ((Na,Ca)(Si,Al)4O8)
Talk(Mg3Si4O10(OH)2)
Gipsum (CaSO4·2H2O)
Intan (C)

22.56
BLOG SMAN UNGGUL

